Target Blogging di Tahun 2019

Tahun 2018 segera berlalu dalam hitungan minggu. Saya masih enggan meninggalkan tahun ini, bukan karena susah move on. Rasanya masih banyak hal yang terpending. Kalau bisa sih minta perpanjangan waktu sama Tuhan. Di bulan Oktober, seorang kawan membagi informasi kegiatan kelas heritage di museum Sonobudoyo. Syaratnya harus mempunyai akun kompasiana. Berbekal ketidaktahuan dan kemampuan seadanya, akhirnya saya bergabung dengan kompasiana dan mulai menulis. Perkenalan dengan dunia blogger dimulai hari itu.

Menulis bukan hal yang mudah, mengungkapkan gagasan melalui tulisan butuh usaha ekstra, setidaknya agar pembaca dapat memahami apa yang kita tulis. Perkenalan yang singkat dengan dunia blogger di tahun 2018 ingin saya lanjutkan dengan perkenalan yang lebih dalam di tahun 2019. Melalui #BPN30dayChallenge2018 yang didakan oleh Blogger Perempuan saya merasa proses belajar menulis saya terfasilitasi. Beruntung saya berkenalan dengan blogger-blogger wanita tangguh yang ada di Yogyakarta, mereka lah guru saya.

Berbagi ilmu dalam setiap kesempatan dan saling menyemangati. Berkomitmen menulis secara periodik, kalau itu dilakukan sendiri, sudah terbayangkan betapa rasa malas itu. Banyak godaan ketika menulis terutama berkaitan dengan ide. Kalau sudah merasa stuck jangan harap jari-jari ini bisa mengetikkan satu huruf pun. Perlu sedikit mengistirahatkan otak atau melakukan blog walking untuk memancing kata-kata. Kalau sudah begini sering kali support dari kawan-kawan blogger membuat lebih bersemangat.

Menemukan passion di akhir 2018, rasanya seperti menemukan harta karun yang hilang. Menulis tanpa saya sadari adalah bagian dari terapi. Ditengah kejenuhan bekerja di kantor menulis seolah membebaskan saya. Sebuah bentuk ekspresi dan aktualisasi diri.

Oiya ditahun 2019 nanti saya ingin lebih profesional,  jadi ada 2 hal yang harus saya lakukan:

  1. Memiliki “rumah baru”

Yang dimaksud rumah baru disini adalah domain TLD. Meskipun saya sendiri belum begitu paham seluk beluk tentang hal itu. Saya membayangkan domain itu adalah sebuah rumah, yang bebas kita bangun sesuai dengan kebutuhan kita, kita design sesuai dengan kepribadian kita, dan kita isi dengan barang-barang/perabot yang menjadi ciri khas kita.

2. Tulisan tentang pengalaman traveling

Entah domain saya nanti akan diisi dengan apa saja dan berciri khas seperti apa, yang jelas saya ingin lebih banyak mengisinya dengan tulisan-tulisan tentang pengalaman traveling, baik dari sisi pengalaman kuliner, wisata ataupun budaya. Saya berangan ingin menjadikan domain saya semacam “kamus”  dan “buku dongeng”. Mengapa? Karena saya ingin menyediakan para traveler informasi yang memadai tentang suatu hal dan menulis seakan-akan sedang menceritakan dongeng.

Ada banyak harapan baik untuk tahun 2019.  2 hal itu bukan dihitung sebagai hutang, tapi sebagai komitmen. Ketika saya mulai merasa lelah dan malas, saya melihat kembali komitmen dan janji saya. Bukankah kerja keras tidak pernah mengkhianati hasilnya.

Selamat tahun baru 2019, sukses untuk kita semua #bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018

Advertisements

5 Situs Yang Sering Dikunjungi

“Saya mau ganti profesi bu” kata tukang koran langganan pada ibu saya pada suatu pagi. “Lho kenapa pak?” tanya ibu saya. “ Susah jualan koran sekarang bu”, jawabnya.  Ya, jika dulu lapak-lapak koran ramai pembeli dan banyak penjual koran di perempatan tiap pagi, sekarang pemandangan itu sangat langka kita jumpai.  Dengan perangkat gawai dimiliki kita tidak perlu lagi membolak-balik halaman kertas koran. detik.com, kompas.com, tempo.interaktif.com lembaran kertas itu sekarang berubah menjadi alamat URL, yang tinggal kita ketik pada halaman browser. Internet merubah segalanya.

Saya termasuk dalam pergeseran ini, dan terbiasa membaca koran digital, mencari informasi lewat internet. Browsing sudah jadi aktivitas sehari-hari. Inilah 5 situs yang biasa saya kunjungi:

1. Detik

Portal berita ini rajin saya buka tiap pagi, untuk sekedar membaca headline sambil minum kopi/teh. Isinya ringkas, jadi tidak perlu berlama-lama. Cukup 10 menit biasanya sudah dapet 5- 6 artikel. Kadang ada yang kurang aja sih kalau belum mampir ke sini tiap pagi.

2. Kompas

Agak menjelang siang, saat waktu agak longgar, saya menyempatkan diri untuk mengakses kompas. Biasanya yang saya cari disini bukan berita terupdate, tapi lebih pada artikel-artikel traveling atau tips-tips. Bacaan ringan yang sifatnya informatif.

3. Kompasiana

Nah semenjak saya bergabung menjadi kompasianer, situs ini adalah situs paling wajib di browser saya. Banyak tulisan menarik disini, memperkaya diri dan mengasah kemampuan menulis.

4. Youtube

Biasanya saya mengakses youtube jika sudah mengalami bosan akut. Misalnya menunggu pesawat boarding. Memanfaatkan wifi yang ada di airport biasanya saya langsung meluncur ke www.youtube.com. Biasnya menonton video klip penyanyi favorit. Musnah sudah rasa bosan dan tidak perlu pikir dua kali untuk kehabisan kuota internet.

5. Streaming radio

Jurus jitu untuk tombo kangen. Begitulah saya dulu menumpahkan rasa kangen dengan kampung halaman, melalui radio streaming. Biasanya saya menggunakan www.jogjastreamers.com , nah kalau sekarang biasanya banyak situs radio yang bisa langsung diakses line streamersnya. Contohnya www.987genfm.com/streaming

Nah udah tau kan kalo lagi mie time, mau membunuh waktu  atau bersantai bisa berselancar kemana saja. Hehehe.
#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018

5 Situs Belanja Online Yang Sering Dikunjungi


Begini nih kalau jarang punya pengalaman belanja online. Jujur aja saya bingung mau nyebutin situs mana aja ya yang jadi favoritnya. Kebiasaan saya jalan-jalan di situs belanja online cuman window shopping aja alias liat-liat. Bukannya apa-apa, saya pernah beberapa kali belanja online dan menerima barang yang tidak sesuai. Tetapi ya sering kali tergoda juga sih karena promo dan harga yang jauh dibawah.

Bagi saya belanja online sangatlah tricky, bagaimana tidak. Saya tidak melihat wujud asli benda yang ingin saya beli, penjualnya juga tidak saya kenal, tokonya saya tidak tahu dimana. Dengan segala ketidaktahuan itu saya mentransfer sejumlah uang dan menunggu barang tersebut dikirim.  Bisa jadi kan kena apes seller yang nakal atau kena tipu-tipu. Kudu ekstra hati-hati, jangan sampai deh kejadian kayak gitu.

Berdasarkan mendengar cerita sana sini dan beberapa pengalaman teman menggunakan situs belanja online,  ada 5 situs belanja yang jadi favoritnya:


  1. Olx

Apa aja ada, begitulah sepertinya situs belanja yang satu ini. Bahkan seorang teman mendapatkan pekerjaan sebagai penulis freelance dari mencari di OLX, benar-benar serba ada. Salah satu alasan kenapa lebih suka melakukan transaksi di OLX adalah pengiriman barang yang memungkinkan untuk COD (cash on delivery) apabila berada di local area yang sama.  Pada saat COD, kita bisa langsung mengetahui kualitas barang setelah bertemu dengan penjual, apakah sesuai dengan gambar yang ada. Dan langsung melakukan pembayaran setelah deal.

2. Tokopedia

Situs belanja yang satu ini sudah kayak supermall, persaingan antar penjualnya superketat. Produknya banyak dan bermacam-macam dan super komplit. Asli buatan Indonesia, belanja di market place ini super enak. Dengan mengandalkan kesabaran dan kejelian,  untuk barang yang sama bisa memilih toko online mana yang menjual barang paling murah. Begitu sreg, transaksi berlanjut ke pembayaran. Setelah selesai barang dikirim, ongkirnya juga lumayan murah. Paling suka kan kalau dapat barang bagus, harga murah, ongkir murah, nyampenya cepet. Juara deh.


3. Lazada

Pilhan ke tiga jatuh di lazada, jaringan market place ini tidak hanya ada di Indonesia  karena juga beroperasi di negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina. Jadi kalau mau beli produk-produk luar, market place ini salah satu alternatifnya dengan harga yang lumayan bersaing.

4. Shoppee

Tampilan layar web saya langsung oranye cerah ketika membuka www.shopee.com. Ehm eyecatching banget. Mau gak mau otak ini sudah tergiring ke barang dengan angka yang paling kecil. Kalau sudah begini, biasanya niatnya beli apa, eksekusinya barang apa, apalagi jika sudah nyantol di bagian grup hemat.


5. Blibli

Hampir sama sih dengan situs belanja online yang lain, tampilan web nya fun and simple.  Apalagi yang dicari kalau bukan barang-barang yang lagi promo.

Belanja online di masyarakat saat ini, menurut saya adalah solusi tentang kepraktisan dan efisiensi waktu. Gak perlu kemana-mana, tinggal nunggu barang datang diantar ke rumah. Tetapi tetap harus waspada agar barang yang dibeli sesuai dengan harapan.

Happy Shopping!!

#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018

5 Kebahagiaan Sederhana

The Soul That Sees Beauty, May Sometimes Walk Alone (pic: dok pribadi)

Suatu hari saat saya sedang membeli roti di sebuah bakery, ada sesuatu yang menarik perhatian saya di kaca jendela toko itu. Begini yang tertulis, Money can’t buy happiness but it can buy bread. Saya merenung sejenak selama beberapa detik. Iya juga ya, sebagian besar orang mencari kebahagiaan di dunia ini. Apa jadinya jika kebahagiaan bisa dibeli? Apakah kita akan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya? Kenyataannya, satu hal yang saya sadari kemudian adalah berapapun banyaknya uang yang kita miliki, kita tidak akan bisa membeli kebahagiaan. Toh… hati senang walaupun tak punya uang  kata Koes Plus. Bagi saya 5 hal ini yang bisa membuat bahagia:

  1. Bangun pagi
Akhir-akhir ini saya bersyukur bisa bangun pagi, entah mengapa. Kata orang jaman dulu kalau cari rejeki harus bangun pagi biar rejeki gak dipatok ayam. Barangkali ada benarnya juga. Dengan bangun lebih awal, kita memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Udara pagi juga bagus lho untuk kesehatan, setidaknya morning hectic tidak melanda. Pikiran lebih tenang dan jiwa jadi ayem tentrem. Wajahpun makin sumringah, senyumpun menghias wajah kita seharian full. Kebayang kan seharian kita bakalan hepi terus deh kalau kayak gini. 2. Kesehatan
Apa jadinya jika kita punya banyak uang tetapi harus terbaring sakit, menyiksa banget kan ya. Saya bersyukur karena  telah diberikan kesehatan. Dengan badan yang sehat saya bisa melakukan aktivitas apa saja dan pergi kemana saja. Terkadang sakit yang kita rasakan bukan berasal dari penyakit melainkan berasal dari pikiran. Wah kok bisa, hipertensi misalnya selain disebabkan oleh makanan tertentu, kata orang sih bisa disebabkan karena stress/terlalu lelah pikiran. Oleh karena itu kita harus selalu membangun pikiran-pikiran postif sehingga berdampak pada hati yang bahagia.

3. Keluarga

Keluarga adalah harta yang tidak ternilai. Tidak ada yang membahagiakan di dunia ini selain memiliki keluarga yang selalu ada dan mendukung kita setiap saat.


4. Sahabat
Berapa banyak sahabat yang kalian miliki? Saya tidak terlalu banyak sih. Kalau dihitung-hitung, masih bisa dalam hitungan jari. Sahabat sejak SMP ada 3 orang, meskipun sudah jarang berkomunikasi tetapi kami masih mengingat satu sama lain. Teman SMA juga ada 3 orang, meskipun yang 1 sempat ngilang, sementara dengan 2 yang lain masih sering bertemu sampai sekarang. Terakhir kami benar-benar bisa bertemu berempat di bulan Juni lalu setelah hampir 20 tahun tidak berkumpul.

Kalau sahabat saat kuliah, jelas masih akrab sampai hari ini, ada 3 orang juga. Intinya hampir setiap tingkat sekolah saya selalu punya 3 orang sahabat. Oiya saya, satu lagi, juga punya sahabat sekaligus travelmate yang luar biasa, ada 3 orang juga. Meskipun kadang susah banget menyatukan jadwal bisa traveling, jadi saya biasanya pergi dengan salah satu atau salah dua darimereka.

Bersama mereka saya bisa melepas semua beban dan bebas bercerita ke mereka semua karena merekamemahami saya. Plong rasanya kalau sudah curhat (nyampah) ke mereka.

 5. Ibu

Saya simpan dibagian paling akhir karena ibu adalah sumber dari segala sumber kebahagiaansaya. Ibu yang mengantarkan saya ke dunia ini, merawat, membesarkan dan mencintai tanpa syarat. Itulah nilai kebahagiaan sejati.

Bukan uang yang membuat kita bahagia, bukan juga orang lain yang bisa membahagiakan kita. Bahagia dimulai dari diri sendiri, dari hati kita, dari pikiran kita. Jiwa yang penuh rasa syukur dan cinta yang tulus ada pada manusia yang paling berbahagia di dunia. Mulai hari ini belajarlah mengucapkan syukur setiap hari atas cinta dan hal sekecil apapun. Penuhilah hatimu dengan rasa syukur dan cinta dan temukan kebahagiaan ada di dalam dirimu sendiri.

Be happy girls
#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018

5 Produk Kecantikan Yang Digunakan


Duh… mendadak jadi beauty blogger padahal gak bisa dandan. Tampil cantik ala saya adalah terletak pada inner beauty hehehe. Seiring dengan berjalannya waktu gak bisa dipungkiri kadang kita memang butuh sedikit memoles, maklumlah tanda-tanda jaman seperti kerutan tidak bisa dilawan. Belum lagi kalau kita sering mengejar deadline sampai harus begadang. Bakalan mata panda dan kerutan-kerutan di bawah mata terpampang nyata. Alhasil wajah kita keeesokan harinya terlihat tidak bercahaya. 

Ada seorang kawan yang menasehati begini, hal terpenting dari make up itu bukanlah merubah wajahmu, tetapi makeup akan membuat wajahmu lebih cantik. Maksudnya begini, sebelum bermake up kita perlu mengenali, bagaimana bentuk alis kita, bagaimana bentuk wajah kita, bentuk mata, tulang pipi dan dagu. Intinya kita memahami struktur wajah kita, dengan begitu, make up akan bisa mengatasi kekurangan yang kita miliki dan menonjolkan kelebihan yang ada.

Selain memahami fisik wajah kita yang tidak boleh dilewatkan adalah jenis kulit, termasuk jenis kulit apa sih yang kita milki. Mengapa? Karena dengan mengenal jenis kulit kita akan bisa memilih kosmetik yang tepat. Misalnya untuk kulit berminyak sebaiknya memilih liquid foundation yang memiliki kandungan dasar air agar tidak terlihat mengkilat. Kalau saya sepertinya pemilik kulit kombinasi, ini ni 5 make up yang biasa saya gunakan:

  1. Pelembab

Untuk pelembab saat ini saya menggunakan Drop Of Light dari The Body Shop, efek yang paling jelas saya rasakan adalah tidak lengket di wajah dan mencerahkan wajah. Yang paling saya suka adalah efek menghilangkan bekas jerawat. Memang tidak langsung hilang dan perlu waktu berbulan-bulan. Saya sudah menggunakan produk ini sejak produk ini pertama kali diluncurkan, sempat off dan berganti menggunakan yang lain karena stok kosong. Akhirnya kembali lagi ke produk ini.

    2. Foundation

Katanya foundation ini paling penting ya, sebenarnya saya tidak suka menggunakan foundation, karena terasa terlalu tebal. Berhubung waktu itu lagi ada promo akhirnya tergoda juga untuk membeli Matte Clay Skin Clarifying Foundation yang Japanese Maple dari The Body Shop juga. Awalnya memang terasa agak tebal meskipun sebenarnya ini sangat ringan. Foundation ini lumayan tahan lama lho, dengan hanya pemakaian tipis bisa tahan 9 jam lebih (biasanya saya pakai untuk bekerja mulai dari jam7 pagi sampai jam 6 sore). Nah kalau di awal pemakaian biasanya terlihat seperti tidak menyatu, tetapi lama kelamaan foundation ini bisa tampak nempel bertahan dan tidak glowing, sekalipun kita tidak touch up dengan bedak. Asik kan.

    3. Bedak

Untuk bedak saya bukan orang yang rempong pilihan saya jatuh pada bedak marcks atau pigeon compact powder warna putih yang saya gunakan saat ini. Selain awet, juga nyaman dan cocok untuk wajah saya. Soal kualitas sudah pasti terjamin. Oiya saya sudah menggunakan bedak marcks sejak kelas 4 SD lho. Kebayang kan betapa loyalnya saya.

     4. Pensil alis

Untuk pensil alis merekomendasikan pensil alis dari wardah, pensilnya empuk (tidak keras) dan nyaman digunakan. Yang saya suka ada tambahan sikat alis pada bagian tutupnya. Jadi gak perlu repot bawa piranti tambahan kan. Cukup bawa pensil udah bisa sekalian sikatnya.

   5. Mascara

Rekomendasi terakhiradalah mascara yang saya beli di Miniso. Sebenarnya saya tidak sengaja menemukan mascara ini, saya menyebutnya dengan penemuan harta karun. Kualitasnya lumayan bagus menurut saya dan awet seharian penuh. Tidak cepat luntur, mungkin termasuk dalam kategori waterproof. Jadi mulai sekarang kalau ke miniso boleh lah nyobain kosmetiknya, harganyaterjangkau kok.

Lho kok ga ada review tentang lipstik, bukankah lipstik itu barang wajib cewek. Pengalaman saya dengan si lipstik tidak terlalu bagus. Mungkin karena bibir saya yang selalu sensitive dan gampang pecah-pecah, membuat saya lebih memilih lip balm/lip butter daripada lipstik. Semoga rekomendasi saya bermanfaat ya, maklumin aja kalau reviewnya kurang bagus. Terus terang saya jarang bereksperimen kalau soal perkosmetikkan. Kalau nemu cocok pakai sampai selamanya. Lagian urusan dandan itu wajib untuk ke kantor saja, hari lain… ehmm lupakanlah.

#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018

Kenangan Masa Kecil


Hampir separuh dari usia saya berada di Yogyakarta, saya menghabiskan masa kecil dan remaja di kota ini. Sempat harus mencari nafkah di kota lain selama kurang lebih 4 tahun dan kemudian kembali lagi. Barangkali inilah yang disebut pulang ke “rumah”, rumah yang dimaksudkan disini bukanlah sebuah bangunan melainkan sebuah “feeling”.  Saya masih ingatketika bekerja di Jakarta, saat pulang adalah perasaan yang paling nyaman yangpernah saya rasakan waktu itu. Kangen dan bahagia melebur jadi satu bertemudengan keluarga besar saya juga berada di Yogyakarta.

Mengenang masa kecil di Yogyakarta menjadikan saya merasa sebagai anak yang paling beruntung. Meskipun menurut cerita saat ini, teman-teman saya yang menghabiskan masa kecilnya di desa kedengarannya memiliki cerita yang lebih dahsyat.Dibandingkan saya yang hidup di kota, sawah dan sungai tidak akan masuk kedalam bagian cerita. Tetapi saya cukup beruntunglah bisa nyemplung di kalen(selokan yang agak besar) dan mencari yuyu (sejenis kepiting).  Kalen yang saya maksud disini memang tidak berada di tengah-tengah sawah, letaknya persis di samping bangunan Puro Pakualaman.

Ya..Saya tinggal tidak jauh dari Kraton Pakualaman, benar-benar persis di tengah kota. Di depan Kraton Pakualaman ada 2 lapangan, dikenal dengan nama Sewandanan yaitu Sewandanan Barat, paling enak kalau berlatih sepeda di situ, karena aman dan sudah di konblok dan Sewandanan Timur yang berupa tanah kosong dengan pohon beringin di pinggir-pinggirnya.  Selain pohon Bringin ada juga pohon Tanjung, selepas bermain di lapangan Sewandanan, saat pulang biasanya saya mengumpulkan bunga Tanjung, dan menyimpannya di saku baju/celana. Biasanya saya lupa mengeluarkannnya sehingga bunga Tanjung itu akan tersimpan sampai saya memakai baju itu lagi. Tentu saja bunganya sudah kering dan berwarna coklat. Entah mengapa, saya selalu suka wangi bunga Tanjung. Hmmm harum.


Grebeg selalu menyimpan cerita tersendiri di hati saya. Dulu kami selalu menunggu saat gunungan dari Kraton Yogyakarta dibawa ke Kraton Pakualaman, yang paling menarik bagi saya adalah gajah. Meskipun takut tapi saya selalu berusaha ada di barisan paling depan, perjuangan berdesak-desakan dengan banyak orang dan menemukkan spot paling jelas. Setelah sampai di lapangan sewandanan, biasanya gunungan tersebut dirayah (diperebutkan) oleh orang-orang, ngalap berkah kata mereka. Waktu itu saya masih belum terlalu paham, bagi saya memilih kreweng lebih asik. Kreweng, istilah yang digunakan untuk menunjuk pada mainan yang terbuat dari tanah liat, biasanya berupa peralatan dapur misalnya kompor, wajan, piring dll.


Mainan kedua yang saya cari yaitu tulup. Tulup terbuat dari bambu, bentuknya kecilseperti sedotan. Biasanya nanti diisi kacang hijau dan digunakan untuk mengisengi teman. Kalau saya sih biasanya mengganggu adik saya hehehe. Oiya saya juga sering menghabiskan waktu bermain dengan teman-teman sebaya. Teman kecil saya lumayan banyak, karena saat itu belum ada gadget, setiap siang biasanya kami sudah berkumpul di halaman belakang rumah tetangga yang penuh dengan pohon-pohon. Biasanya kami main delikan (petak umpet), gobak sodor, benthik dll. Tapi kalau yang lagi ngumpul temen-temen cewek saja, biasanya kami main engklek atau pasaran (menggunakan kreweng).

Menyenangkan sekali bisa mengingat begitu banyak hal tentang masa kecil. Permainan yang saya sebutkan diatas memang permainan yang menggunakan istilah bahasa Jawa. Barangkali ada kesamaan permainan dengan daerah lain tetapi hanya beda nama. Semua tempat yang saya sebutkan juga masih ada sampai sekarang, tetapi mungkin sudah berubah wujudnya. Boleh lah kalau kalian ke Jogja silakan mampir ke Pakualaman.

#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018

5 Keinginan Yang Belum Tercapai

Pas Desember, pas akhir tahun. Pergantian tahun sering kali dijadikan seseorang untuk menyelesaikan resolusi yang sudah dibuat di tahun kemaren. Beberapa orang berusaha segera merealisasikannya. Hanya saja semuanya terasa tidak mudah.  Manusia punya keinginan yang tidak terbatas dengan kemampuan yang terbatas.  Apabila Tuhan sedang berbaik hati dan membuka tanganNya untuk mengabulkan permohonan kita, wah sudah pasti antrian panjang akan mengular berkilo-kilo meter. Bahkan tanpa disadari saat kita berdoa kita lebih banyak meminta daripada berterima kasih.

Kadang kita lupa bahwa sering kali Tuhan tidak mengabulkannya, bukan memberikan apa yang diminta melainkan apa yang kita butuhkan. Ada 5 keinginan saya yang belum terpenuhi di tahun ini:

  1. Ngajak ibu keliling Jogja

Meskipun lama tinggal di Yogyakarta, saya merasa amat jarang sekali menghabiskan waktuberdua dengan ibu. Kita terkadang sibuk dengan aktivitas masing-masing dan sulit mencocokkan waktu berdua. Rencana ke mall yang sudah tersusun saja hampirselalu terpending setiap waktu weekend tiba, apalagi untuk piknik. Suatu hari ibu pernah mengatakan jika dirinya ingin sekali pergi ke Prambanan, Boko danTebing Breksi. Tempat wisata yang sebenarnya tidak begitu jauh dari kota Yogyakarta. Tetapi karena berbagai alasan, saya belum bisa merealisasikan rencana itu, dan kok ya kebangetanya.

    2. Bisa nyetir mobil

Kalau yang ini memang ada hubungannya dengan keinginan yang pertama. Pernah suatu hari ibu meminta saya untuk diantar ke Muntilan. PerjalananYogyakarta ke Muntilan lebih kurang 60 menit menggunakan motor. Sesampainya dirumah, ibu tidak mengeluh sebenarnya, hanya saja ketika saya bertanya apakah capek, dia hanya menjawab,”Ternyata pegal juga ya”.  Ternyata boyok yang sudah tidak muda lagi terasa pegal harus duduk di motor selama 2 jam(pergi dan pulang). Berawal dari situlah kemudian saya berfikir, apakah saya harus bisa nyetir mobil? Siapa tau jadi bisa punya rejeki untuk beli mobil dan bisa mengajak ibu jalan-jalan dengan nyaman, tanpa pegal, tanpa khawatir panas atau hujan.

3. TestDELF/DALF

Sebenarnya ini harus saya lakukan setelah lulus kuliah. Test DELF/DALF adalah ujian kemampuan berbahasa Prancis dibawah kewenangan Kementrian Pendidikan Prancis. Ada beberapa tingkatan yang harus dipenuhi oleh sesorang agar bisa dikatakan mahir dalam bahasa Prancis. Sedangkan yang saya miliki saat ini baru level A1 (dasar) padahal seharusnya harus berada di level  B2 (setidaknya).Pada waktu itu untuk mengikuti tes ini dibutuhkan biaya yang cukup mahal dan diadakannya hanya setahun sekali serentak bersamaan dengan negara-negara lain di seluruh dunia.

4. Travel Diary

Sebenarnya tujuan awal saya membuat blog adalah untuk menuliskan pengalaman saya pada waktu traveling. Tetapi kenyataannya yang ada hanyalah tumpukan foto di folder laptop saya yang makin bertambah tanpa adanya cerita. Ya, sering kali saya hanya bisa melihat foto-foto itu saat mengingat-ingat setiap momennya. Dari tahun 2011 sampai dengan 2018, semoga saja saya bisa mulai menuliskannya, meskipun ceritanya mungkin sudah late post tapi setidaknya saya memenuhi janji kepada diri sendiri.

5. Puasa

Melihat kawan-kawan muslim bisa berpuasa Senin Kamis di luar bulan Ramadan, membuat saya sedikit bertanya dalam hati,”  Apakah saya juga bisa ya?”. Menurut saya bagian tersulit dari berpuasa bukan semata-mata menahan lapar dan haus tetapi juga emosi. Bagaimana saya mengendalikan diri saya, kenyataannya saat puasa kadang masih tergoda juga untuk ngomel. Setidaknya 1 hari dalam seminggu saya memberikan kesempatan pada diri sayauntuk berpuasa full. Semoga bisa ya hehehe.

Semoga keinginan akan bisa terealisasikan suatu hari nanti ya.. finger crossed

#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018